Mengoptimalkan Faktor Abiotik dan Biotik untuk Mewujudkan Ruang Kelas yang Menyenangkan

Published: Sunday, 18 July 2021

Aset sekolah merupakan hal penting dalam menunjang proses belajar mengajar serta bagaimana mengelola dan memaksimalkan aset tersebut membutuhkan manajemen yang tersusun rapi dalam pengelolaan, dengan harapan dapat memberikan outcomes dalam memaksimalkan aset yang ada di sekolah, dalam artikel ini penulis menuangkan ide program pada aksi nyata yang peristiwanya penulis rasakan langsung sebagai seorang pengajar dan penulis dokumentasikan di artikel ini

Mengoptimalkan Faktor Abiotik dan Biotik untuk Mewujudkan

Ruang Kelas yang Menyenangkan

Latar belakang

Kondisi ruang kelas yang kurang maksimal penataanya dapat mempengaruhi terciptanya suasana belajar mengajar yang kurang nyaman dan efektif ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran, siswa akan dapat belajar dengan nyaman, semangat dan bergairah jika penataan ruang kelas menyenangkan untuk dilihat sehingga mereka merasa betah berada didalam kelas, dengan artian bahwa penataan ruang yang sesuai kebutuhan suasana foto bersih kelas untuk artikel 3.3.a.10belajar akan memberikan falsafah tersendiri dalam menerapkan metode belajar selama proses belajar mengajar di kelas.

Pada prinsipnya murid membutuhkan ruang kelas yang ideal ataupun suasana kelas yang  menyenangkan kondisi saat ini memang tidak dapat diterapkan secara ideal untuk mewujudkan tata ruang yang diinginkan pada masa new normal, faktor penghambat memang selalu ada tetapi bukan menjadi alasan untuk tidak dapat berkreatifitas untuk mewujudkan kelas impian yang dituangkan kedalam kegiatan program kelas impian.pemetaan kebutuhan belajar Aksi Nyata 1.4

Program kelas impian ini, merupakan program yang di rancang dengan tujuan mendayagunakan aset-aset yang dimiliki sekolah baik itu berupa faktor biotik maupun abiotik yang dapat menunjung proses belajar mengajar di dalam kelas, program kelas impian ini dilakukan melalui kesepakatan kelas, manajemen penataan ruang kelas yang nyaman, dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, dimana hal ini akan mengembangakan keunikan potensi yang dimiliki oleh setiap murid, supaya murid merasa dirinya tidak diabaikan oleh guru.

kesepakatan kelasdokumen 3.3.a.10. Berdasarkan deskripsi singkat latar belakang diatas merupakan gambaran singkat fakta Kondisi saat ini yang dialami di Sekolah Dasar Negeri 03 Sontas, dengan kondisi pandemi yang cukup mengkhawatirkan pihak sekolah mengeluarkan kebijakan bahwa tatap muka dibatasi dengan kriteria durasi tatap muka dan kuota peserta didik, dengan kebijakan tersebut dan kondisi saat ini maka penerapan kegiatan kelas impian akan menjadi nilai positif karena berdampak pada psikologis jiwa anak selama di ruang kelas merasa nyaman, adapun penerapan kegiatan ini sangat tepat untuk dapat mewujudkan ruang kelas yang nyaman dan efektif dengan memaksimalkan pemanfaatan faktor abiotik dan biotik di lingkungan sekolah.

Tujuan

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan diatas, akan lebih mudah apa yang dimaksud dari tujuan program kegiatan ini dapat ditemukan pada uraian berikut:

  • Faktor Abiotik, pemanfataan aset sekolah yang sudah ada dapat digunakan untuk sarana pembelajaran sebagai faktor penting dengan harapan adanya prasarana diharapkan fasilitas sarana dapat mendukung berjalanya proses pembelajaran, faktor abiotik menjadi tujuan untuk memahami bahwa sekolah, ruang kelas dan aset benda disekitar merupakan instrumen tercapainya program kelas impian; dan
  • Faktor Biotik, untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang memilik dampak positif dalam menunjang proses pembelajaran, faktor makhluk hidup dalam ekosistem pendidikan dapat mempengaruhi sistem yang berjalan, dengan munculnya faktor biotik maka tujuan optimalisasi faktor ini menjadi sangat strategis dengan tujuan untuk dapat dipahami bahwa faktor ini adalah komponen penyusun ekosistem pendidikan yang terdiri dari Guru dan murid atau biasa disebut warga sekolah.

Rencana

Rancangan kegiatan progaram yang ideal harus tersusun dalam sebuah rencana adapun pada aksi nyata program ini menuangkan langkah apa yang akan dilakukan, dengan deskripsi siapa saja pelaksana dalam rencana aksi nyata ini, disertai dengan keterangan pada setiap rencana agar menjadi tolak ukur untuk mencapai outcomes, disertai alasan pelaksanaan program aksi nyata ini sebagaimana tertuang dibawah:

  • Pelaksana kegiatan, kegiatan aksi nyata ini tidak dapat berjalan dengan sendiri, pemanfaatan komponen biotik memiliki peran maka pada peran ini terbagi menjadi beberapa tim yakni ibu kepala sekolah sebagai Penanggung Jawab, Rekan Guru Sejawat menjadi tim monitoring dengan bantuan ibu kepala sekolah, guru sebagai pelaksana program kegiatan ini dan para murid sebagai pusat pembelajaran;Sosialisasiprogram kelas impian dihadapan Ibu Kepala Sekolah dan Rekan Guru Sejawat SDN 03 Sontas
  • Eksekusi kegiatan pada awal persiapan pelaksanaan telah dilakukan sosialiasi maksud tujuan dari program kegiatan ini, dengan harapan pada tahap eksekusi masing-masing tim mengetahui perannya, eksekusi kegiatan ini terfokus pada Guru sebagai pelaksana, memberikan pandangan maksud dari kelas impian kepada para murid dengan stimulus tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan ide gagasan kemauan mereka untuk tercapainya tujuan kelas impian;
  • Timeline pada rencana kegiatan sangat diperlukan, untuk dapat dilihat keberlangsungan kegiatan ini seberapa lama dan pada fase waktu tertentu harus dilakukan tindakan monitoring sebagai dasar untuk memberikan masukan pada tahap evaluasi, pada kegiatan ini rencana pelaksanaan program selama satu bulan pada setiap minggunya dilakukan monitoring dan minggu terakhir kegiatan evaluasi progaram; dan
  • Fakta yang ada di Sekolah Dasar Negeri 03 Sontas yang dijelaskan secara singkat pada latar belakang diatas menjadi alasan mengapa kegiatan program kelas impian ini perlu direncanakan dan dilaksanakan.

Hasil Program

Secara keseluruhan hasil evaluasi yang disampaikan oleh tim monitoring yang terdiri dari ibu Kepala Sekolah dan rekan guru sejawat hasil kesepakatan kelas artikel 3.3.a.10 webmenyampaikan respon positif hasil kegiatan ini berdasarkan pertimbangan hasil responsi yang dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh tim monitoring saat kegiatan monitoring, dan akhir kegiatan ini disampaikan sebuah usulan evaluasi sebagai feedback perbaikan dengan harapan bisa menjadi antisipasi kegiatan sejenis yang akan dilaksanakan kembali.

Adanya program kelas impian ini, menjadi contoh atau teladan bagi rekan guru sejawat untuk membuat program yang serupa pada kelas masing-masing untuk menghindari rasa jenuh murid disaat berada di kelas. Namun bagi siswa program ini menjadi program yang yang menarik dan sangat menyenangkan kerena pontensi, bakat, minat yang ada pada diri masing-masing murid tersalurkan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar serta Adanya kolaborasi yang terbangun dengan baik antara kepala sekolah, guru, dan murid.

 

Pembelajaran (finding)

Selama pelaksanaan program kelas impian menghadapi beberapa tantangan, seperti faktor-faktor penghambat program, dan faktor-faktor pendukung program, faktor-faktor tersebut sebagai berikut:

  • Selama kegiatan program kelas impian ini dilaksanakan ternyata ada faktor pihak yang mendukung kegiatan ini, yakni dari ibu kepala sekolah, rekan guru sejawat, orang tua/ wali murid serta para murid sebagai pusat pembelajaran merupakan faktor pendukung; dan
  • Faktor penghambat berupa kendala dari faktor abiotik dan biotik, seperti ruang kelas yang belum dicat ulang, dan ada beberap murid yang vakum tidak memberikan respon dari kawan-kawan mereka saat memberikan ide gagasan kelas impian yang ingin mereka wujudkan.

Evaluasi

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat beberapa evaluasi dari hasil diskusi di akhir kegiatan yang disampaikan oleh ibu Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab serta tim monitoring yang terdiri dari ibu Kepala Sekolah dan Rekan Guru Sejawat, evaluasi yang diberikan seperti:

  • Sosialisasi kepada para murid lebih ditekankan agar mereka menyampaikan kepada orang tua/ wali mereka, agar mendukung kegiatan program kelas impian; dan
  • Pengurangan jam tatap muka dan pembatasan kuota peserta didik dalam 1 kelas maksimal 50% pada saat tatap muka;

Perasaan (feeling)

Disaat akan memulai program ini tentunya ada perasaan ragu apakah program ini mendapat dukungan yang baik dari kepala sekolah maupun rekan Guru sejawat, namun setelah dilakukan sosialisasi semua pihak menyambut baik hal ini, bahkan Kepala Sekolah sangat mendukung dengan melakukan pengecatan ulang dinding sekolah di awal tahun ajaran baru, tadinya ada perasaan ragu untuk melakukan program ini namun setelah melihat dukungan yang sangat baik dari kepala sekolah dan rekan guru sejawat ini menjadi imun yang meningkatkan semangat dari penulis untuk terus melakukan perubahan sekecil apapun di Sekolah Dasar Negeri 03 Sontas ini. Tidak ada program yang akan berjalan dengan sempurna, dalam menjalankan suatu kegiatan pastinya kita menemukan beberapa hambatan, baik itu dari pihak internal maupun ekstenal, justru adanya hambat-hambatan tersebut menjadi krikil kecil yang penulis anggap sebagai sebuah tantangan untuk menjalankan program ini dengan maksimal dan kekurangn-kurangan yang ada dapat di jadikan masukan untuk menjalankan program berikutnya agar lebih baik.

Penerapan kedepan (Future) Kedepannya program yang serupa akan terus dilakukan didalam kelas pada saat kesepakatan kelasdokumen 3.3.a.10 webawal-awal tahun ajaran baru, tentunya dengan melihat kekurangan yang ada pada tahun sebelumnya untuk selalu melakukan inovasi perbaikan supaya tercapai kelas impian yang benar-benar nyaman dan efektif untuk belajar mengajar di dalam kelas, dalam hal ini seluruh pihak dari faktor abiotik maupun biotik menjadi faktor yang saling bersikenambungan dalam mewujudkan kelas impian yang ideal. Agar program ini mendapatkan hasil yang baik,tentunya selalu melakukan perbaikan dengan strategi MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting) serta adanya menajeman resiko supaya program yang di lakukan benar-benar terasa dampaknya terhadap murid.

Beberapa catatan kecil yang diharapkan dapat untuk diterapkan kedepan jika kegiatan ini akan diterapkan dengan catatan ini bertujuan untuk dapat menjadi pedoman diri sendiri maupun rekan guru sejawat yang memerlukan, seperti:

  • Catatan yang perlu diperhatikan jika ingin mengerjakan program baru, menjadi perhatian agar perlu perbaikan sebelum melaksanakan program baru seperti lebih diperjelas posisi pihak masing-masing tim pelaksana mulai dari penanggung jawab, tim monitoring dengan tujuan pada saat eksekusi pelaksanaan tugas memahami tugas dan fungsi masing-masing tim, dengan tujuan pada tahap kegiatan evaluasi memiliki bahan dasar evaluasi yang lebih kongkrit agar outcome kesesuaian dengan program kegiatan benar-benar tercapai;
  • Tahap ini juga meninggalkan catatan bagi para rekan guru sejawat yang ingin melaksanakan program kegiatan yang serupa yakni program kelas impian supaya lebih mencermati sebelum melakukan eksekusi program yang dituangkan dalam rencana aksi nyata kegiatan, dengan rencana kegiatan yang tersusun maka outcome pada kegiatan pelaksanaan program benar-benar dapat tercapai.Aset Sekolah

Artikel sederhana ini merupakan hasil kegiatan aksi nyata yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 03 Sontas Entikong, dengan bahan perencanaan yang tertuang didalam demonstrasi koseptual, masih banyak kekurangan dalam melaksanan kegiatan program ini ataupun cara penyajian dalam artikel ini, semoga artikel sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca ataupun Rekan Guru Sejawat antar sekolah.

Biodata Penulis:

Nama                  : Via Jubaidah, S.Pd.I.

CGP                    : Angkatan I

Asal Sekolah       : SD Negeri 03 Sontas Entikong

Kabupaten          : Sanggau

saya

Membentuk karakter melalui proses belajar, proses belajar membentuk mindset, belajar dan belajar, tidak ada kegagalan yang timbul akibatĀ  belajar, tetap belajar dari orang yang telah sukses.