Rangkuman Perjalanan Modul Pendidikan Guru Penggerak

Published: Tuesday, 01 June 2021

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

IMG 20210217 100625 Alhamdulillah perjalanan dari program guru penggerak ini sudah masuk ke modul  akhir, yakni modul 3, tak terasa perjalanan panjang 9 bulan yang di lalui menyisakan beberapa bulan lagi menuju final, semoga kita semua yang mengikuti program guru penggerak ini tetap sehat dan semangat untuk menyelesaiakan tagihan-tagihan tugas di modul, tugas kali ini peserta CGP ( calon Guru Penggerak) di tantang untuk dapat membuat kesimpulan dari berbagai

materi yang telah di dapat mulai dari modul 1-3,dengan memilih media yang di sukai untuk menuangkan kreatifitasnya masing-masing, kali ini saya memilih menulis di blog pribadi saya tugas koneksi kali ini…

Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka yang memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil

Berbicara Pendidikan di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan nama pencetus semboyan   Pendidikan, beliau adalah Ki Hadjar Dewantara, pemikiran beliau menjadi filosofi Pendidikan dalam kemajuan negara Indonesia, sedangkan Menurut Ki Hadjar Dewantara Pendidikan merupakan tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak maksud dari pesan tersebut dapat dipahami bahwa Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

 

Pendidikan dalam konteks  Ki Hadjar Dewantara adalah pembudayaan buah budi manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan kodrat zaman/ masyarakat, dengan demikian, pendidkan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang peradabannya seiring perubahan zaman dan terkait dengan usaha manusia untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain, akan tetap bersandar atas kekuatan sendiri, oleh karena itu kemerdekaan itu  menjadi hal yang penting dalam pendidikan, karena menyangkut usaha untuk kemerdekaan lahir dan batin manusia agar manusia menyadari kewajibannya haknya sebagai bagian dari masyarakat sehingga tidak tergantung pada orang lain, namun yakin dengan kekuatan yang di milikinya, dengan adanya semboyan Ki Hadjar Dewantara atau yang dikenal Pratap Triloka yakni:

  1. Ing Ngarsa Sung Tuladha

Ing Ngarsa Sung Tuladha” berarti dari depan memberikan teladan. Seorang pemimpin merupakan orang yang akan dilihat oleh seluruh orang yang dipimpinnya. Sehingga, sebagai pemimpin harus bisa menjadi teladan, pembimbing, dan memberikan contoh kepada yang dipimpin. Ketika seorang pemimpin itu di depan, ia tidak serta merta hanya memerintah. Seorang pemimpin harusnya memberikan teladan dan tanggungjawab untuk membawa kepada visi bersama yang telah direncanakan

  1. Ing Madya Mangun Karsa

Ing Madya Mangun Karsa” memiliki arti di tengah menggugah semangat. Seorang guru sebagai pemimpin dalam pembelajaran di tengah-tengah yang dipimpin harus bisa mengayomi, menjalin kebersamaan, dan memotivasi muridnya untuk mencapai tujuan dalam belajar sehingga akan muncul semangat bersama untuk saling memotivasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

  1. Tut Wuri Handayani

Tut Wuri Handayani” berarti dari belakang memberikan dorongan. Seorang pemimpin pembelajaran juga harus bisa menempatkan diri di belakang untuk mendorong murid-muridnya,dengan mengunakan coaching, untuk mengali potensi yang ada pada murid supaya murid mampu menemukan cara belajar sesuai dengan minat, bakat dan profil belajarnya, sehingga murid akan mencapai kesuksesan dalam belajar,

ketiga semboyan Ki Hadjar Dewantara ini menjadi pedoman bagi seorang guru dalam menuntun, mendorong dan membimbing muridnya menuju kesuksesan, guru tidak akan berhasil untuk membimbing murid jika seorang guru hanya memberi hukuman yang akibatnya hanya membuat murid merasa takut sesaat, kemudian akan mengulanginya di kemudian hari jika berhadapan dengan situasi dan kondisi yang berbeda, oleh karena itu guru harus menjadi AMONG yang akan merangkul anak-anak didiknya bukan memaksa murid mengikuti apa keinginan guru, seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran semestinya dalam mengambil sebuah keputusan dalam pembelajaran harus memperhatikan 4 paradigma pengambil keputusan, 3 prinsip pengambil keputusan dan 9 langkah pengambil keputusan yang baik.

 

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan

 

Sebagai  guru khususnya guru penggerak  kita telah mempelajari modul nilai dan peran guru, secara umum guru memiliki peranan yang sangat urgen dalam mempertahankan keutuhan Negara kita tercinta ini, guru merupakan tombak utama pembentuk generasi penerus bangsa yang mumpuni, oleh karena itu nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak antara lain:

  1. Mandiri kemandirian bagi seorang guru sangatlah penting supaya guru mampu melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kapasitasnya, dan tanggung jawabnya.
  2. Reflektif setelah melakukan proses pembelajaran seorang guru harus mampu menelaah kembali proses pembelajarannya apakah sudah mampu bermakna bagi murid atau belum.
  3. Kolaboratif kerjasama yang baik sangat di perlukan bagi seorang guru, karena dengan melakukan kerjasama yang baik maka akan tercipta lingkungan belajar yang kodusif bagi peserta didik.
  4. Inovatif pada dasar guru yang inovatif dalam pembelajaran sangat di perlukan, karena dengan
  5. Berpusat pada murid semua kegiatan yang di lakukan di pusatkan pada siswa.

 

Nilai-nilai ini sangat berpengaruh kepada guru terutama dalam pengambilan keputusan yang tepat bagi peserta didik.

 

Pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan)

Coaching memiliki hubungan keterkaitan dengan pengambilan keputusan, dimana dalam  coaching seorang coach akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat reflektif kepada  kepada coachee, untuk menggali potensi yang dimiliki oleh coachee, sehingga dengan sendirinya coachee akan dapat menemukan jalan keluar dari permasalahannya, coachee akan mengambil keputusannya sendiri untuk mengembangkan potensi yang ada padanya sesuai bakat minatnya, sedangkan guru akan memberikan dorongan kepada Coachee, untuk dapat komitmen mejalankan keputusan yang telah di sepakati atau ditemukan secara berkelanjutan.

 

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

nilai yang dianut seorang pendidik.

 

Suatu studi kasus jika berhubungan dengan dilema etika, maka dalam penerapan  pengambilan keputusan harus berdasarkan pada nilai-nilai yang sudah tertanam dalam diri seorang guru penggerak, dimana nilai-nilai positif harus selalu di sematkan dalam diri, supaya murid meraskan diayomi, dengan kondisi yang kondusif, nyaman, tenang dan tentram serta bermakna, pengambilan sebuah kepututan yang tepat sangat diperlukan oleh seorang guru.

 

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

Pengambilan sebuah keputusan tidak akan memiliki arti jika sebuah keputusan di ambil dengan cara yang tidak tepat, tentunya akan ada pihak yang merasa sangat di rugikan dari hal ini, oleh karena itu supaya keputusan yang telah diambil tepat sasaran, seorang pengambil sebuah keputusan harus memperhatikan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan, sebuah keputusan yang ambil sering berseberangan dengan peraturan yang sudah ada, oleh karena itu sebuah keputusan yang baik akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

 

Apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini?

Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

 

 

dalam kehidupan ini kita tentunya megalami masalah atau dilemma, jika sudah terjadi kasus  dilema etika, terkadang kita dihadapi kebimbangan dalam mengatasinya, namun sebagai seorang guru hal yang demikian harus bisa kita hadapi dengan dengan bijak, terkadang antara dilemma etika dan bujukan moral kadang kala saling bertentangan dalam penyelesaiannya, dalam dilema etika kita dituntut untuk jeli memperhatikan kasus atau persoalan yang terjadi, untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat hal yang perlu di perhatikan antara 4 paradigma 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan harus kita lakukan dengan baik supaya keputusan yang di buat tidak merugikan pihak manapun.

 

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Menurut Ki Hadjar Dewantara kemajuan yang sejati hanya dapat diperoleh dengan perkembangan kodrati yang terkenal sebagai evolusi. Dasar kodrat alam inilah yang kemudian mewujudkan sistem pamong kita dalam cara mana guru-guru kita menjadi pamong, yaitu sebagai pemimpin yang berdiri dibelakang dengan semboyang Tut Wuri Handayani, yakni tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada anak-anak didik untuk berjalan sendiri, tidak terus-menerus dituntun dari depan.

Sebagai Pamong, maka posisi Pamong hanya wajib menyingkirkan segala apa yang merintangi jalanya anak-anak serta hanya bertindak aktif  dan mencampuri gerak-geriknya apabila anak-anak sendiri tidak dapat menghindarkan diri dari bahaya yang mengancam keselamatannya. Ini menunjukan bahwa kita sebagai pemimpin pembelajaran harusnya dapat memerdekakan siswa, yaitu siswa diberi kemerdekaan untuk berpikir, dengan memberikan kebebasan kepada anak didik untuk mencari sendiri pengetahuan, dengan menggunakan pikirannya sendiri, anak didik jangan selalu dipelopori untuk mengakui cara berpikir orang lain.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

 

Keputusan-keputusan yang diambil seorang pemimpin pembelajaran sangat besar  pengaruhnya dalam kehidupan murid, jika guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat  maka ini akan menjadi teladan bagi murid kedepanya ketika suatu saat berhadapan dengan suatu masalah seorang murid akan menggunakan contoh dari gurunya sebagai bekal untuk pemecahan permasalahan tersebut, maka disini peran guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran sangat besar karena gurulah yang akan menentukan keputusan kearah mana murid akan di bawa berlabuh dalam pembelajaran.

Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir keterkaitan modul 3.1

Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan modul-modul sebelumnya,

  1. Guru mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dalam menjalankan tugasnya guru pengerak diharapkan mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan kreatif, kerana setiap anak-anak itu lahir dengan memiliki keunikannya tersendiri, oleh karena itu, guru dituntut untuk menuntun tumbuh kembang siswa sesuai kodratnya.
  1. Menjadi coach bagi guru dan siswa untuk mendorong kolaborasi menciptakan ekosistem pembelajaran yang berdampak pada murid.

Dengan menjadi coach Guru mampu membantu rekan guru sejawat maupun murid untuk mengembangkan potensinya, sehingga Guru maupun Murid akan menemukan sendiri jalan penyelesaian dilema yang dihadapi dan akhirnya dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat.

  1. Menjadi teladan yang baik dalam mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada siswa ( menciptakan merdeka belajar)20210601

Seorang guru pengerak dituntut mampu menjadi teladan untuk mengembangkan pembelajaran yang memerdekakan siswa, dengan mengolah pembelajaran yang menarik sesuai bakat, minat dan gaya belajar siswa secara konsisten tanpa melihat kelemahan yang di miliki oleh sekolahnya, namun justru kelemahan-kelemahan itu dijadikan kekuatan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehinga hal ini dapat menjadi contoh rekan sejawat lainnya.

  1. Mengembangkan murid secara holistic

Guru dituntut siap dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada pada siswa secara harmonis yang meliputi potensi intelektual, emosional, psikis, estetika dan spiritual, dengan mengacu pada profil Pancasila.

Semoga artikel ini bermanfaat

Salam Sehat dan Bahagia

saya

Membentuk karakter melalui proses belajar, proses belajar membentuk mindset, belajar dan belajar, tidak ada kegagalan yang timbul akibat  belajar, tetap belajar dari orang yang telah sukses.