Peran Coaching di Dunia Pendidikan

Published: Thursday, 15 April 2021

IMG 20210415 WA0046komunikasi yang baik antara murid dan Guru dapat dibangun dengan berbagai metode, yang paling mudah diukur dengan metode komunikasi dua arah kegiatan ini juga untuk menggali potensi pada murid,

metode ini sudah lama dikenal di dunia pendidikan biasa disebut dengan coaching, hal ini menjadi trend di lingkungan para guru sekolah  dan menjadi fokus kampanye bagi guru penggerak untuk lebih mengenalkan metode coaching pada semua Guru pada umumnya dan rekan Guru sejawat di lingkungan sekolah masing-masing.

 

Modul 2.3 Koneksi antar materi Coaching
Via Jubaidah, S.Pd.I.
CGP-1-Kab. Sanggau

Coaching merupakan, Suatu proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorentasi pada hasil dan sistematis, dimana coach menfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup pembelajaran diri dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999)

Kunci Pembuka Potensi seseorang untuk memaksimalkan kerjanya, coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar dari pada mengajari  (Whit More, 2003)

International coach federation (ICF)

Mendefinisikan coaching merupakan bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan potensi yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi mengeksplorasi dan proses kreatif

Berdasarkan Definisi diatas, pramudianto (2020) menyampaikan tiga makna yaitu:

  1. Kemitraan: hubungan coach dan coachee adalah hubungan kemitraan yang setara untuk membantu coachee mencapai tujuaannya,seorang coach memdukung secara maksimal tanpa memperhatikan otoritas yang lebih tinggi dari coachee.
  2. Memberdayakan: proses inilah yang membedakan coaching dengan proses lainnya,dalam hal ini dengan sisi coachingyang di tekan pada pertanyaa reflektif dan mendalam,seorang coach menginspirasi coachee untuk menemukan jawaban-jawaban sendiri atas permasalahannya.
  3. Optimalisasi: Selain menemukan jawaban sendiri, seorang coach akan berupaya memastikan jawaban yang didapat oleh coachee diterapkan dalam aksi nyata sehingga potensi coach berkembang.

Menurut international coach federation ( ICF) memberi acuan mengenai 4 (empat) kompetensi Dasar coach yaitu:

  • Keterampilan membangun dasar proses coaching
  • Keterampilan membangun hubungan baik
  • Keterampilan berkomunikasi
  • Keterampilan memfasilitasi pembelajaran.

Perbedaan antara coaching,mentoring dan konseling bisa dilihat pada tabel dibawah ini

tabel perbedaan

 

Dalam mengaplikasikan coaching perlu memperhatikan Prinsip-prinsip  coaching sebagai berikut:

  • Kolaborasi coach dan coachee;
  • Coach menuntun, memfasilitasi, memaksimalkan potensi coachee;
  • Berfokus pada solusi; dan
  • Berorentasi pada hasil dan sistematis.

Peran coach atau pendidik di Sekolah

Berdasarkan Tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara “menuntun tumbuh /hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunyacoaching 2

Oleh karena itu peran seorang coach (pendidik) adalah menuntun tumbuhnya segala kodrat/ potensi yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagian sebagai seorang manusia maupun anggota masyarakat.

Dalam proses coaching, murid diberi kebebasan namun pendidik sebagai pamong dalam memberi tuntunan dan arahan agar murid tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya, sebagai pamong dapat memberi tuntunan melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif  agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya.

Keterkaitan coaching dengan pembelajaran berdiferensiasi dan KSE.

Coaching mengarahkan murid untuk dapat memaksimalkan potensinya sendiri dengan mencari solusinya sendiri dari permasalahan yang dihadapi sehingga murid dapat belajar menurut minat, kesiapan belajar, dan profil belajarnya dengan rasa senang nyaman dan bermakna.

Refleksi pemahaman keseluruhan materi modul 2 coaching dapat membantu guru dalam menjalankan pendidikan yang berpihak pada anak, Coaching merupakan salah satu proses menuntun kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran di sekolah, coaching menjadikan proses yang sangat penting dilakukan di sekolah terutama dengan diluncurkanya program pemerintah merdeka belajar oleh kemendikbud, program ini dapat membuat murid menjadi lebih merdeka dalam belajar untuk mengeksplorasikan diri guna mencapai tujuan pembelajaran dan memaksimalkan potensinya.

Harapan proses coaching dapat menjadi  salah satu langkah tepat bagi guru untuk membantu murid mencapai tujuan yaitu kemerdekaan dalam belajar. Proses coaching merupakan proses untuk mengaktivasi kerja otak murid, pertanyaan-pertanyaan reflektif didalamnya dapat membuat murid melakukan metakognisi, selain itu pertanyaan-pertanyaan dalam proses coaching dapat membuat murid lebih berpikir secara kritis dan mendalam yang akhirnya dapat menemukan potensi dan mengembangkanya.

Artikel ini dibuat untuk menyelesaikan Tugas Sebagai Guru Penggerak Angkatan 1

 

Via Jubaidah, S. Pd.I., seorang yang mencintai dunia pendidikan, terjun dan aktif mendidik. Pendidikan menjadi modal investasi masa depan pada diri setiap insan

saya

Membentuk karakter melalui proses belajar, proses belajar membentuk mindset, belajar dan belajar, tidak ada kegagalan yang timbul akibat  belajar, tetap belajar dari orang yang telah sukses.